Senin, 27 Agustus 2018

rm


+ Penjelasan LENGKAP Rantai Makanan & Jaring-jaring Makanan Beserta Contoh

RANTAI MAKANAN – Seperti kita ketahui, bahwa kita sebagai manusia bukanlah menjadi satu- satu nya makhluk hidup yang menempati bumi. Melainkan masih ada makhluk hidup lain yang hidup berseberangan bahkan berdampingan dengan kita. Setiap makhluk hidup mejalani aktivitasnya masing- masing untuk memenuhi kebutuhannya. Semua makhluk hidup pada tempat nya masing- masing saling berinteraksi dan meberikan pengaruh. 
Contents [show]

Pengertian Rantai Makanan

Rantai Makanan sendiri merupakan bagian dari jaring-jaring makanan. Jaring-jaring makanan yaitu suatu gabungan dari rantai-rantai makanan yang dibuat dan digabungkan saling tumpang tindih pada suatu ekosistem.
jaring jaring makanan
Antara makhluk hidup dan lingkungan, kedua nya tidak dapat dipisahkan. Keduanya saling bergantung dan mempengaruhi  satu sama lain. Setiap makhluk hidup menempati suatu tempat tersendiri yang disebut dengan habitat. Interaksi antar makhluk hidup dengan lingkungannya  baik secara langsung atau tidak langsung terjadi pada suatu tingkat organisme. Berikut diagram alur pada ekosistem:
Ekosistem
 →
             →
Komponen AbiotikKomponen Biotik
ProdusenKonsumenDekomposer
Aliran Energi↵
Rantai makanan
Daur materi
Jaring – jaring makanan
Dalam artikel ini, kami akan lebih menjelaskan materi tentang rantai makanan, namun sebelum masuk pada pembahasan rantai makanan, alangkah baiknya jika diawali dengan pembahasan singkat mengenai hal- hal yang berpengaruh dengan rantai makanan.
Pada suatu tempat, tidak mungkin hanya di huni oleh satu populasi saja. Melainkan ada banyak polulasi yang hidup pada suatu tempat yang sama. Perkumpulan dari beberapa populasi yang saling berinteraksi disebut komunitas. Komunitas ini bisa terdiri dari predasi, kompetisi, dan simbiosis.
Interaksi antar populasi dapat mempengaruhi kerapatan dan distribusi populasi antar dua populasi. Pengaruh terhadap dua populasi tersebut akhirnya  berpengaruh pada struktur dan komposisi komunitas. Suatu ekosistem terbentuk dari ekosistem dan lingkungannya.
Komunitas yang berasal dari suatu ekosistem akan berinteraksi satu sama lain dan juga akan berinteraksi dengan lingkungan abiotik. Interaksi yang dilakukan oleh suatu organisme dengan lingkungannya mempunyai tujuan untuk kelangsungan hidupnya. Kelangsungan hidup suatu organisme memerlukan energi.
Energi untuk kelangsungan hidup diperoleh dari bahan organik. Energi dari bahan organik disebut sebagai energi kimia. Bahan organik yang mengandung energi dan unsur – unsur kimia di transfer dari satu oeganisme ke organisme yang lain.  Perpindahan energi kimia dan iunsur hara berlangsung melalui proses makan memakan.
Charles Elton, seorang biologi dari Universitas Oxford pada sekitar tahun 1920- an menyadari bahwa rantai makanan bukanlah suatu unit- unit yang terisolasi . melainkan saling bertautan dalam jejaring makanan.
Seorang ahli ekologi dapat merangkum adanya hubungan teotritik suatu ekosistem dengan cara membuat diagram jejaring makanan dengan anak panah yang menautkan spesies  berdasarkan berdasarkan apa memakan apa.

Struktur Trofik

Peristiwa makan dan dimakan antar  organisme dalam suatu ekosistem membentuk suatu struktur trofik. Struktur trofik terdiri dari berbagai tingkat trofik. Setiap tingkat  trofik merupakan kumpulan bebagai organisme dan sumber makanan tertentu.
Struktur dam dinamika sebuah komunitas sangat bergantung pada hunungan makan- dimakan antara organisme- struktur trofik (trophic structure) komunitas tersebut. Transfer energi makanan ke atas tingkat trofik dari sumbernya di tumbuhan dan organisme autotrof lain (produsen primer) melalui herbivora , karnivora (konsumen sekunder, tersier, dan kuantener) dan pada akhirnya le dekomposer disebut rantai makanan.
Tingkat trofik pertama adalah kelompok organisme bagian autotrof.  Organisme autotrof adalah organisme yang dapat membuat makananya sendiri dengan bantuan sinar matahari. Yaitu tumbuhan dan fitoplankton.
Namun, ada beberapa jenis autotrof yang tidak menggunakan energi sinar matahari untuk menghasilkan bahan organik.  Organisme seperti ini disebut kemoautotrof. Organisme ini menggunakan energi panas bumi, misalnya hidrogen sulfat. Contoh energi autotrof adalah bakteri sulfur.

Produsen

Dalam struktur trofik, organisme autotrof disebut produsen. Seperti di jelaskan sebelumnya,  produsen (organisme autotrof) adalah makhluk hidup yang dapat membuat makanannya sendiri dengan bantuan sinar matahari. Proses pembuuatan makanan ini biasanya disebut sebagai proses fotosintesis.
Sebagai penyedia, produsen tidak memakan makhluk hidup lain, melainkan di makan. Produsen maka ekosistem darat adalah tumbuhan hijau. Produsen pada ekosistem perairan danau atau laut adalah ganggang hijau biru,  dan bakteri berklorofil. Kedua kelompok organisme tersebut membentuk fitoplankton. Selain fitoplankon, produsen pada ekosistem air bisa ganggang atau tumbuhan hijau.

Konsumen

Tingkat trofik yang kedua dari struktur trofik suatu ekosistem yaitu ditempati oleh berbagai organisme yang tidak dapat membuat baham organik sendiri. Organisme tersebut disebut organisme heterotrof.
Bahan organik diperoleh dengan memakan organisme atau sisa – sisa  organisme lain sehingga organisme heterotrof disebut dengan konsumen. Konsumen terdiri dari konsumen primer pada tingkat trofik kedua, konsumen sekunder pada tingkat trofik ketiga , dan konsumen tersier pada tingkat trofik keempat.
Konsumen tingkat 1 (konsumen primer) yaitu, organisme yang langsung memakan produsen. Organisme ini disebut juga denganherbivora. Contoh konsumen primer di darat yaitu siput, burung pemakan biji- bijian atau buah- buahan, serangga, serta berbagai jenis mamalia.
Konsumen tingkat 2 (konsumen sekunder) yaitu, organisme yang memakan konsumen primer (herbivora). Konsumen sekunder disebut sebgai karnivora karena memakan hewan. Hewan yang tergolong konsumen sekunder umumnya bertubuh kecil. Jadi biasanya disebut juga sebgai karnivora kecil. Contoh hewan yang termasuk konsumen sekunder di darat adlah katak, ayam, burung, laba – laba, dan sebagainya,
Konsumen tingkat 3 (konsumen tersier) yaitu, konsumen yang memakan konsumen sekunder . konsumen tersier biasanya disebut dengan karnivora besar. Contoh beberpa konsumen tersier adalah  burung elang , burung hantu, harimau, paus, hiu, dan sebagainya.

Dekomposer

Dekomposer adalah organisme yang bertugas untuk mengurai bangkai- bangkai makhluk hidup. Dekomposer ini memakan semua makhlup hidup di semua trofik. Organisme ini bertugas mengubah zat organik menjadi zat anorganik.
Jalur makan dan di makan pada organisme pada suatu tingkat trofik ke trofik berikutnya yang membentuk urutan suatu arah tertentu ini adalah suatu rantai makanan. Rantai makanan yang berawal dari produsen disebut rantai makanan rerumput. Contohnya: rumput → belalang → burung kecil → burung elang.
Rantai makanan dapat dimulai tidak dari produsen.  Tetapi dapat juga di mulai dari detritus. Detritus adalah partikel – partikel organik hasil penguraian berbagai organisme mati dan sisa organisme. Sisa organisme seperti runtuhan ranting atau dedaunan yang diuraikan oleh dekomposer, kotoran hewan.
Detritus merupakan makanan bagi organisme seperti cacing,  rayap, keluwing, dan kecoa. Detritus dapat membentuk rantai makanan yang disebut detritivor. Contoh rantai makanan detritus adalah : hancurnya kotoran hewan → nematoda → kutu acarina → kalajengking. Contoh lain yaitu : daun yang sudah diuraikan → cacing tanah → ayam → manusia.
Alur rantai makanan pada umumnya  seperti dibawah dibawah ini:

Tipe Rantai Makanan

Rantai Perumput

Tipe ini ialah suatu rantai makanan yang awal dari mata rantai dimulai dari tumbuhan atau produsen. Jadi urutannya yaitu tumbuhan sebagai tingkat I kemudian hewan herbivora adalah tingkat 2 kemudian untuk tingkat III dan selanjutnya yaitu hewan karnivora. Contohnya : Padi – Burung pipit – Ular – Elang

Rantai Parasit

Tipe ini ialah tipe rantai makanan dimana organisme yang kecil yang memakan organisme besar.
Contohnya  : Sapi –  Kutu – Burung Jalak – Elang

Rantai Detritus

Sedangkan untuk tipe ini, awal mulai mata rantai nya berawal dari organisme pengurai. Hasil busukan atau remukan dari bahan-bahan yang sudah terurai lalu dimakan oleh rayap, cacing dan sebagainya. Contohnya : Sampah Kayu – Rayap – Ayam – Ular

Rantai makanan di darat

Tumbuhan  (produsen primer)
herbivor (konsumen primer)
karnivor (lonsumen sekunder)
Karnivor (konsumen tersier)
karnivor (konsumen kuartener)
Dekomposer (pengurai)

Rantai makanan di laut

Fitoplankton (produsen primer)
Zooplankton (konsumen primer)
Karnivor (komsumer sekunder)
Karnivor (konsumen tersier)
Karnivor (konsumen  kuantener)
Dekomposer (pengurai)
anak panah menandakan energi dan nutrien yang melewati tingkat-tingkat  trofik dalam suatu komunitas ketika organisme saling memakan. Jalur trofik juga dapat menentukan  daur unsur – unsur kimia di alam karena dalam suatu makanan terdapat energi dan materi.
Meskipun dalam keterangan diatas  jumlah organisme nya adalah lima, namun pada aplikasinya jumlah organismenya adalah menyesuaikan bisa kurang bisa lebih.
Di dalam suatu ekosistem, tidak mungkin hanya terjadi satu ekosistem saja. Suatu jenis produsen atau detrius dapat dimakan oleh berbagai konsumen primer. Suatu konsumen primer juga dapat memakan berbagai produsen atau detritus.
Pencabangan rantai makanan terdapat pada setiap tingkat trofik. Misalnya, tanaman air selain dimakan oleh bebek, juga dimakan oleh kelompok molusca seperti bekicot. Beberapa konsumen memangsa organisme pada beberapa tingkat trofik. Misalnya bangau dapat memangsa konsumen primer (misal ikan tawes), tetapi juga memangsa konsumen tingkat tinggi misalnya ikan gurame.
Organisme pemakan segala, yaitu pemakan produsen dan juga konsumen dari berbagai trofik. Organisme pemakan segala ini disebut dengan omnivora. Misalnya saja manusia. Dengan demikian, dalam suatu ekosistem hubungan makan dan dimakan sangat kompleks, saling berkaitab dan bercabang serhingga terbentuklah jaring – jaring makanan.

Aliran Energi

Cahaya matahari merupakan sumber terpenting bagi kehidupan manusia.  Cahaya matahari masuk pada konsumen biotik melalui predusen. Oleh produsen,   energi cahaya matahari diubah menjadi energi kimia. Energi kimia, tanah , atau air. Air sebagai pelarut unsur- unsir kimia merupakan komponen terbesar penyusun tubuh organisme.
Air juga mengalami daur ulang di alam. Daur ulang air dan unsur – unsur kimia melibatkan makhluk hidup dan batuan (geofisik) sehingga disebut daur biogekimia. Berikut penjelasan mengenai daur air, karbon, nitrogen dan sulfur.

Daur Air

Air di atmosfer berada dalam bentuk uapa air. Uap air berasal dari air daratan dan laut yang menguap karena panas cahaya matahari. Sebagai besar air di atmosfer berasal dari laut karena tiga oer empat bagian bumi adalah laut. Uap air di atmosfer terkondensasi menjadi awan yang turun ke daratan dan laut dalam bentuk hujan, air hujan di daratan masuk ke dalam tanah membentuk air permukaaan dan air tanah.
Tumbuhan darat menyerap air yang ada dalam tanah. Dalam tubuh tumbuhan air mengalir melalui tumbuhan. Selanjutnya melalui transpirasi uap air dilepaskan oleh tumbuhan ke atmosfer.
Hewan memperoleh air langsung dari air permukaan serta dari tumbuhandan hewan yang dimakan, sedangkan manusia memnggunakan sekitar seper empat air tanah, sebagian besar air keluar dari dalam  tubuh manusia dan juga sebagai urin dan keringat. Air tanah dan air permukaan mengalir ke sungai, danau, kemudian laut.

Daur Karbon

Unsur karbon terdapat di atmosfer berbentuk karbon dioksida (CO2). Karbon dioksida masuk ke dalam komponen biotik melalui produsen. Penggunaan karbon dioksida oleh produsen adalah untuk membentuk suatu karbon yang berupa glukosa yang di hasilkan melalui proses fotosintesis.  Bahan organik tersebut disalurkan kepada hewan maupun manusia melalui rantai makanan.
Respirasi oleh organisme autrotrof atau heterotrof menghasilkan karbon dioksida. Kebutuhan tumbuhan akan karbon dioksida hampir seimbang dengan pengeluaran karbon dioksida oleh respirasi organisme.
Pada tumbuhan, bagian yang mengandung banyak banyak karbon adalah batang dan kayu.  Pada manusia dan hewan, terdapat pada tulang yaitu berupa bahan organik yang mengandung karbon. Manusia, hean , dan tumbuhan yang mati, akan diuraikan menjadi karbon dioksida.
Dalam kerak bumi, dapat di temukan karbon dalam bentuk minyak bumi dan batu bara yang merupakan bahan bakar fosil. Terjadinya ketidakseimbangan dapat disebabkan dengan jumlah karbon yang berada di atmosfer dan bahan bakar yang digunakan manusia.

Daur Sulfur

Tumbuhan menyerap sulfuur dalam bentuk sulfat (SO4). Perpindahan suatu sulfat ini melalui proses rantai makanan. Bakteri bertugas menguraikan komponen organik dari suatu makhluk hidup yang telah mati. Desulfobio dan Desulfomaculumi merupakan bakteri yang terlibat dalam daur sulfur.
Fungsi dari bakteri tersebut adalah mereduksi sulfat menjadi sulfida dalam bentuk hindrogen sulfida (H2S). Sulfur dioksidasi menjadi sulfat oleh bakteri kemolitotrof seperti Thiobacillus.

Batas Panjang Rantai Makanan

Setiap rantai makanan setiap jejaring makanan dalam sebuah jaring makanan biasanya hanya sepanjang beberapa mata rantai. Dalam jejaring antartik, jarang ada leboh dari tujuh mata rantai dari produsen sampai predator tingkat puncak apapun, dan sebagian besar rantai memiliki rantai yang berpanjang lima mata  atau kurang.
Berikut ini menerangkan mengapa rantai makanan cenderung pendek. Ada dua hipotesis, yang pertama yaitu hipotesis energi (energetyc hypotesis), menyarankan bahwa panjang rantai makanan dibatasi oleh ketidak efesienan transfer energi di sepanjang rantai makanan.
Hipotesis energi memprediksi bahwa rantai makanan akan relatif lebih panjang di habitat- habitat dengan produksi fotosintetik yang lebih tinggi, sebab energi awal rantai lebih besar daripada di hanitat- habitat dengan produksi fotosintetik lebih rendah.
Hipotesis kedua, yaitu hipotesis stabilitas dinamis (dynamic stability hypothesis) mengajukan bahwa rantai makanan yang lebih panjang kalah stabildaripada rantai pendek. Fluktuasi populasi di tingkat trofuk yang lebih besar terlipat gandakan pada tingkat- tingkat yang lebih tinggi, sehingga berpotensi menyebabkan kepunahan lokal predator puncak.
Dalam lingkungan yang berubah- ubah, predator puncak harus mampu pulih dari kejaran lingkungan (misalnya musim dingin yang ekstrem) yang dapat mengurangi suplai makanan samoai ke atas rantai makanan. Semakin panjang rantai makanan, semakin lambat predator puncak pulih daro perubahan lingkungan. Hipotesis ini memprediksi bahwa rantai makanan akan lebih pendek di lingkungan yang berubah- ubah tak terduga.
Sebagian besar data yang ada , mendukung hipotesis energi. Misalnya, para ahli ekologi telah menggunakan komunitas lubang – lubang pohon di hutan tropis sebagai model – model percobaan untuk menguji hipotesis energi.
Banyak pohon memiliki parut cabang kecil yang membusuk, sehingga membentuk lubang di batang pohon. Lubang pohon menampung air  dan menjadi habitat bagi komunitas mungil yang terdiri atas mikro organisme dan serangga pemakan daun mati.

Contoh – contoh rantai makanan

contoh rantai makanan
– Ekosistem sawah
Padi → belalang → burung cicit → burung elang → dekomposer

Padi → tikus → ular → burung gagak → dekomposer
– Ekosistem hutan
-rumput → rusa → harimau → singa

Rumput → kelinci → ular belang → ular piton → burung elang → dekomposer
– ekosistem sungai
Lumut → ikan kecil → ikan besar → burung → pengurai

Tumbuhan air → ikan kecil → burung bangau → dekomposer

– Ekosistem laut
Rumput laut → cumi- cumi → anjing laut → paus besar
Sekian penjelasan lengkap mengenai rantai makanan.  Semoga penjelasan dalam artikel ini memberikan pemahaman kepada pihak membaca. Semoga bermanfaat .

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jumat, 17 Agustus 2018

PENGERTIAN JARINGAN & KONSEP JARINGAN KOMPUTER

PENGERTIAN JARINGAN & KONSEP JARINGAN KOMPUTER

Jaringan komputer adalah kumpulan dari sejumlah perangkat berupa komputer, hub, switch, router, atau perangkat jaringan lainnya yang terhubung dengan menggunakan media komunikasi tertentu (Wagito, 2005). Perangkat yang terhubung dengan jaringan disebut juga sebagai node. Hal ini memungkinkan pengguna dapat bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama, dan menggunakan sumber daya jaringan (hardware dan software) ada.
Sebuah jaringan komputer biasanya terdiri dari 2 buah komputer atau lebih dan melakukan data sharing antar komputer. Informasi dan data bergerak melalui media komunikasi. Media komunikasi yang dipakai dalam membuat jaringan komputer antara lain adalah kabel, jaringan telepon, gelombang radio, satelit, bluetooth atau infra merah. Pemakaian media komunikasi ini akan tergantung pada kegunaan dan ukuran jaringan.
Dasar Jaringan Komputer
Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Tujuan dari jaringan komputer adalah:
Membagi sumber daya: contohnya berbagi pemakaian printer, CPU, memori, harddisk.
• Komunikasi: contohnya surat elektronik, instant messaging, chatting
• Akses informasi: contohnya web browsing
Agar dapat mencapai tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan komputer meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta layanan disebut klien (client) dan yang memberikan layanan disebut pelayan (server). Arsitektur ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.
Seak memasyarakatnya Internet dan dipasarkannya sistem operasi Windows95 oleh Microsoft, menghubungkan beberapa komputer baik komputer pribadi (PC) maupun server dengan sebuah jaringan dari jenis LAN (Local Area Network) sampai WAN (Wide Area Network) menjadi sebuah hal yang biasa. Demikian pula dengan konsep “downsizing” maupun “lightsizing” yang bertujuan menekan anggaran belanja khususnya peralatan komputer, maka sebuah jaringan merupakan satu hal yang sangat diperlukan. Dalam makalah ini akan dibahas sebagian komponen yang diperlukan untuk membuat sebuah jaringan komputer.
Sejarah Jaringan
Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Harvard University yang dipimpin profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan dengan kaidah antrian.
Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. (Lihat Gambar 1.) Untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), maka untuk pertama kali bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.
Memasuki tahun 1970-an, setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). Seperti pada Gambar 2., dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dala proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.
Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringannya sudah mulai beragam dari mulai menangani proses bersama maupun komunikasi antar komputer (Peer to Peer System) saja tanpa melalui komputer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan LAN. Demikian pula ketika Internet mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungan dan terbentuklah jaringan raksasa WAN.
Evolusi Jaringan
a. Mainframe pada era 1960-1970 an
Pada tahun 1940-1n komputer adalah suatu alat dengan ukuran besar yang sangat rentan terhadap kesalahan. Pada tahun 1947, ditemukannya transistor semikonduktor membukan banyak kemungkingan untuk membuat komputer dengan ukuran lebih kecil; dan tentunya lebih handal. Pada tahun 1950-an institusi-institusi besar muladi menggunakan komputer-komputer mainframe, dimana dijalankan dengan program-program punched card. Pada akhir tahun 1950-an, Integrated circuit (IC) yang mengembangkan beberapa, dan sekarang jutaan, transistor pada satu semikonduktor yang kecil telah ditemukan. pada tahun 1960-an, mainframe dengan terminal dan IC telah banyak digunakan.
b. LAN (Local Area Network) pada era 1970-1980 an
Pada akhir 1960-1n dan 1970-an komputer-komputer yang lebih kecil dengan sebutan minicomputer telah diciptakan. Walau bagaimana-pun, minikomputer-minikomputer masih dalam ukuran yang sangat besar dibanding dengan standar modern saat ini. Pada tahun 1977, Apple Computer Company memperkenalkan mikrokomputer, dimana dikenal dengan sebutan MAC. Pada tahun 1981 IBM memperkenalkan PC pertamanya. Mac yang user-friendly, IBM PC yang open-archetecture, dan langkah lebih jauh dari proses “micro-minisasi” dari IC membawah penyebaran luas dari PC baik di rumah maupun di kantor-kantor.
Pada masa ini jaringan-jaringan local mulai dibuat dikembangkan dengan berbagai macam teknologi.
c. WAN (Wide Area Network) pada era 1980-1990 an
Pada pertengahan 1980 pengguna PC mulai menggunakan modem untuk berbagi file dengan komputer lain. Hal ini dikenal sebagiai point-to-point, atau komunikasi dial-up. Konsep ini disebar oleh penggunaan komputer yang merupakan pusat dari komunikasi dalam koneksi dial-up. Komputer-komputer ini disebut bulletin boards. Para pengguna akan konek ke bulletin boards, meninggalkan dan mengambil pesan, sebagaimana upload dan download file. Kekurangan dari tipe ini adalah sangat sedikitany komunikasi langgung dan selanjutnya hanya orang-orang tertentu yang tahu mengenai bulletin board. Pembatasan lain dari bulleting board adalah satu modem per satu koneksi. Jika lima orang terhubung secara simultan, hal ini akan memerlukan lima modem terkoneksi ke lima jalur telepon terpisah.
Jumlah orang yang ingin menggunakan sistem ini berkembang, sistem ini selanjutnya tidak dapat meng-handle kebutuhan yang terus meningkat. Sebagai contoh, bayangkan jika 500 orang ingin terhubung dalam waktu yang bersamaan.
d. Internet pada era 1990 an
Dari tahun 1960-an ke tahun 1990-an Departemen Pertahanan Amerika Serikat (DoD) mengembangkan Wide-Area Networks (WANs) yang besar, dapat dihandalkan untuk militer dan alasan-alasan sains. Teknologi ini berbeda dari komunikasi point-to-point yang digunakan dalam bulletinboards. Hal ini memungkinkan beberapa komputer untuk terhubung secara bersamaan melalui beberapa jalur berbeda. Jaringan itu sendiri akan bisa membedakan bagaimana memindahkan data dari komputer satu ke komputer lain. Satu koneksi dapat digunakan untuk berhubungan dengan banyak komputer pada saat yang bersamaan. Jaringan yang diterapka DoD nantinya akan menjadi jaringan yang mendunia pada saat ini yang disebut Internet.
Jaringan Komputer juga merupakan sekelompok komputer otonom yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya menggunakan protokol komunikasi melalui media komunikasi sehingga dapat saling berbagi informasi, program – program, penggunaan bersama perangkat keras seperti printer, harddisk, dan sebagainya. Selain itu jaringan komputer bisa diartikan sebagai kumpulan sejumlah terminal komunikasi yang berada diberbagai lokasi yang terdiri dari lebih satu komputer yang saling berhubungan.
Manfaat yang didapat dalam membangun jaringan komputer, yaitu :
1. Sharing resources
Sharing resources bertujuan agar seluruh program, peralatan atau peripheral lainnya dapat dimanfaatkan oleh setiap orang yang ada pada jaringan komputer tanpa terpengaruh oleh lokasi maupun pengaruh dari pemakai.
2. Media Komunikasi
Jaringan komputer memungkinkan terjadinya komunikasi antar pengguna, baik untuk teleconference maupun untuk mengirim pesan atau informasi yang penting lainnya.
3. Integrasi Data
Jaringan komputer dapat mencegah ketergantungan pada komputer pusat, karena setiap proses data tidak harus dilakukan pada satu komputer saja, melainkan dapat didistribusikan ke tempat lainnya. Oleh sebab inilah maka dapat terbentuk data yang terintegrasi yang memudahkan pemakai untuk memperoleh dan mengolah informasi setiap saat.
4. Pengembangan dan Pemeliharaan
Pengembangan peralatan dapat dilakukan dengan mudah dan menghemat biaya, karena setiap pembelian komponen seperti printer, maka tidak perlu membeli printer sejumlah komputer yang ada tetapi cukup satu buah karena printer itu dapat digunakan secara bersama – sama. Jaringan komputer juga memudahkan pemakai dalam merawat harddisk dan peralatan lainnya, misalnya untuk memberikan perlindungan terhadap serangan virus maka pemakai cukup memusatkan perhatian pada harddisk yang ada pada komputer pusat.
5. Keamanan Data
Sistem Jaringan Komputer dapat memberikan perlindungan terhadap data. Karena pemberian dan pengaturan hak akses kepada para pemakai, serta teknik perlindungan terhadap harddisk sehingga data mendapatkan perlindungan yang efektif.
6. Sumber Daya Lebih Efisien dan Informasi Terkini
Dengan pemakaian sumber daya secara bersama – sama, akan mendapatkan hasil yang maksimal dan kualitas yang tinggi. Selain itu data atau informasi yang diakses selalu terbaru, karena setiap ada perubahan yang terjadi dapat segera langsung diketahui oleh setiap pemakai.
Jadi, Ciri-ciri jaringan komputer:
1. dapat berbagi perangkat keras (hardware).
2. dapat berbagi perangkat lunak (software).
3. dapat berbagi saluran komunikasi (internet).
4. dapat berbagi data dengan mudah.
5. memudahkan komunikasi antar pemakai jaringan.
Local Area Network
Local Area Network (LAN) adalah sejumlah komputer yang saling dihubungkan bersama di dalam satu areal tertentu yang tidak begitu luas, seperti di dalam satu kantor atau gedung. Secara garis besar terdapat dua tipe jaringan atau LAN, yaitu jaringan Peer to Peer dan jaringan Client-Server.
Pada jaringan peer to peer, setiap komputer yang terhubung ke jaringan dapat bertindak baik sebagai workstation maupun server.
Sedangkan pada jaringan Client-Server, hanya satu komputer yang bertugas sebagai server dan komputer lain berperan sebagai workstation. Antara dua tipe jaringan tersebut masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan, di mana masing-masing akan dijelaskan.
LAN tersusun dari beberapa elemen dasar yang meliputi komponen hardware dan software, yaitu :
1. Komponen Fisik
Personal Computer (PC), Network Interface Card (NIC), Kabel, Topologi jaringan
2. Komponen Software
Sistem Operasi Jaringan, Network Adapter Driver, Protokol Jaringan.
Komponen Fisik akan dipelajari pada bab berikutnya, yaitu Perangkat Jaringan Komputer, Sedangkan Komponen Software akan dipelajari pada kompetensi lain, yaitu Perangkat Lunak Jaringan (Menginstalasi Sistem Operasi Jaringan berbasis GUI dan Teks).
Iklan
Report this ad
Report this ad

Tinggalkan Balasan

:)